Puluhan mahasiswa unjuk rasa di kampus UNISLA, menuntut tranparansi

Mahasiswa Universitas Islam Lamongan (UNISLA) mengunjukrasa kampus mereka di jalan Veteran, Lamongan, menuntut agar kebijakan terhadap mahasiswa menjadi lebih transparan. Puluhan mahasiswa ini menyebut diri mereka Gerakan Mahasiswa Anti Tertindas (Granat).

Pada Rabu siang itu, belasan dari mereka mengenakan jas almamater, mengepalkan tangan dan berteriak menghendaki para pembantu rektor mengundurkan diri.

Tari Ngincik Lamongan memenangi festival Jawa Timur

Tari Ngincik, sebuah kesenian dari Lamongan, meraih penghargaan dalam Festival Karya Tari, Lagu Daerah dan Tari Bedoyo se-Jawa Timur. Acara ini berlangsung atas gagasan Taman Kridha Budaya Malang.

Selain penghargaan di atas, Tari Nginciki juga memenangi anugerah Sepuluh Penyaji Terbaik.

Lamongan menyelesaikan e-KTP paling cepat

Program e-KTP di Lamongan telah mencapai 70 persen dan kini menyisakan dua kecamatan, yaitu Paciran dan Brondong. Di antara sisa 30% tersebut, beberapa warga masuk ke dalam jumlah prosentase sebab mereka sedang tinggal dalam perantauan dan belum pulang.

Lamongan menyelesaikan program e-KTP paling cepat dari 27 Kecamatan lainnya di Lamongan.

Saat ini, beberapa desa di Lamongan -- termasuk Desa Brengkok Kecamatan Brondong dan Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran -- masih melakukan proses e-KTP.

“Jadi dari 27 kecamatan, kita tinggal melakukan penyisiran, yaitu mencari sisa warga yang belum,” kata Mursyid, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Umumnya, masyarakat belum melaksanakan foto e-KTP karena sejumlah alasan, di antaranya: kematian, perpindahan tempat, dan kesalahan data.

Jika datanya bermasalah, pemerintah akan melakukan pembetulan dan penyesuaian dengan Kartu Keluarga (KK) Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli memberikan kebijakan bagi warga miskin. Proses pembetulan Kartu Keluarga, bagi keluarga miskin untuk kepentingan E-KTP, tidak akan membutuhkan biaya retribusi.

Pengunjung WBL meningkat hari Nyepi

Jumlah pengunjung Wisata Bahari Lamongan (WBL) di Paciran, Jawa Timur, meningkat dua kali lipat pada Jumat kemarin, dibandingkan dengan hari biasa.

“Meningkatnya jumlah pengunjung jelas karena pengaruh libur nasional menyambut Hari Raya Nyepi,” kata Panut, Bagian Marketing WBL.

Sementara pada hari biasa WBL dikunjungi sekitar 1000 orang, kemarin pada Jumat ia menerima kunjungan sebanyak 2000. Menurut Panut, ini adalah hal yang tak biasa, mengingat Jumat bukan hari yang ramai; Minggu lebih sering banyak orang.

Manajemen WBL, kata Panut, tidak membuat persiapan khusus untuk libur Nyepi yang tiga hari berturut-turut. Namun ada tambahan tiga wahana baru yang sudah diprogramkan secara tahunan yaitu, “ranger,” “drop zene,” dan sebuah wahana baru angkasa yang masih dalam tahap pembangunan.

Harga karcis juga tidak berubah. Pada hari libur, pengunjung membayar Rp 60 ribu per orang untuk harga standar dan Rp 80 ribu untuk paket, yang sudah termasuk Gua Maharani. Sementara itu pada hari biasa, harga karcis WBL Rp 50 ribu dan paket Rp65 ribu.

Nahdlatul Ulama ingin bubarkan kelompok Islam anti Pancasila

Prof DR KH Said Aqiel Siroj, Ketua Umum PBNU, mengusulkan untuk membubarkan organisasi masyarakat yang anti Pancasila. Organisasi ini seringkali adalah kelompok Islam garis keras yang tidak memiliki komitmen pada empat pilar bernegara: Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Di desa Blimbing, kecamatan Paciran, misalnya, kelompok ini tumbuh dan berkembang subur. Mereka menganggap bahwa sistem demokrasi sudah tidak cocok untuk bangsa ini, yang merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, karena ia adalah sistem milik kafir. Dalam khutbah dan diskusi, mereka mengajak untuk melengserkan Republik Indonesia dan menggantinya dengan Khilafah Islamiah, sebuah tatanan negara yang berdasarkan Islam.

Dengan demikian, tangan pencuri harus dipotong; kepala penyelingkuh harus dilempar batu; badan pemabuk harus dipukul dan dicambuk, tak peduli apapun agama dia.

“Saya sudah sampaikan usulan itu ke DPR yang saat ini membahas UU Ormas. Saya tidak menyebut nama organisasi, tapi organisasi apa saja yang melangkahi dasar- dasar negara harus dibubarkan,” kata Said Aqiel seperti kukutip dari ANTARA melalui Surya.co.id pada hari Minggu, setelah menutup Kongres I Ikatan Sarjana NU (ISNU) di Unisda, Lamongan.

NU adalah salah satu organisasi Islam yang secara terbuka menolak kelompok tersebut. Selain karena beberapa paham yang berseberangan, NU menganggap kegiatan mereka sangat mengancam kelangsungan dalam bernegara.

Pasar Kranji masuk delapan terbaik se-Jawa Timur

Pasar Baru Kranji di kecamatan Paciran, kabupaten Lamongan berhasil masuk delapan besar pasar terbaik se-Jawa Timur.

Sementara itu, tujuh pasar lainnya adalah Pasar Desa Klepek, kabupaten Bojonegoro; Pasar Desa Wonosari, kabupaten Pasuruan; Pasar Desa Semboro, Kabupaten Jember; Pasar Desa Sambi, kabupaten Kediri; Pasar Desa Gondang, kabupaten Trenggalek; Pasar Desa Senggol, kabupaten Tulungagung; dan Pasar Desa Menganto, kabupaten Jombang.

Hasil ikan di Lamongan meningkat pada 2011 tapi akan anjlok 2012

Pada tahun 2011, secara keseluruhan, nelayan di kabupaten Lamongan, Jawa Timur, telah menghasilkan ikan sebanyak 107.922,63 ton. Jumlah ini merupakan kenaikkan jika dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya, yang hanya 99.000 ton.

Hasil ikan di Lamongan, menurut data Dinas Perikanan dan Kelautan, terdiri dari perikanan tangkap yang mencapai 68.302,08 ton, perikanan budidaya sawah tambak 35.550,27 ton, dan perikanan kolam 1.075,27 ton. Lalu di perairan umum, jumlah telah mencapai 2.991,78 ton. Keramba jaring apung menghasilkan 3,47 ton.

Meski demikian, tangkapan untuk tahun 2012 sepertinya akan menurun karena sepanjang dua bulan terakhir cuaca masih sangat ekstrim. Nelayan takut melaut. Ini adalah musim paceklik bagi mereka.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Anas Wijaya, mengatakan bahwa nelayan di Kecamatan Paciran sudah sebulan ini tidak bisa melaut karena kendala cuaca.